Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Filsafat

SEKILAS TENTANG KEBENARAN : UMUMNYA ATAU BAGAIMANA MESTINYA

Kebenaran adalah semacam kekeliruan yang tanpanya, kita tidak bisa hidup (F. Neitschze)             Kebenaran itu relatif, doktrin semacam ini mengakar pada beberapa orang yang membenarkan kebenaran menurut pandangannya. tak terkecuali kesalahan yang akhirnya dibenarkan dan diimani bersama-sama. Apakah hal semacam ini salah? oh, belum tentu. karena kita semestinya mempertanyakan kembali, apakah kebenaran itu memang benar-benar relatif?             karena Kebenaran, orang-orang berteriak menyuarakannya, menyerang yang dianggap salah, dan membunuh orang-orang yang tidak berada didalamnya. sungguh mulia sekali kebenaran seperti ini. bukankah begitu?             Kita mungkin selalu punya konsepsi tentang kebenaran. atau semacam hal yang kita benarkan. mungkin juga semua yang kita lakukan memang sepatutnya kita bena...

BELAJAR RELASI DARI EPISODE SPONGEBOB DAN SPATULA

"Hanya ada satu spatula tuan krab,   dan kini aku mengkhianatinya seperti orang bodoh   karena spatula dinilai dari tindakannya, bukan dari bentuk atau parasnya.   Semua yang berkilau itu belum tentu emas." (spongebob)   kiranya setiap manusia hidup selalu punya keintiman pada suatu hal tertentu. Dimana keintiman disini merupakan suatu relasi khusus -terlebih istimewa- terkadang malah berlebihan pada suatu objek. Hal ini tentu bisa manusia, benda, bahkan binatang sekalipun.   Hal inilah yang dialami spongebob ketika mengalami insiden patahnya gagang spatula. Karena spatula menjadi benda vital ketika dia bekerja memasak kraby patty di krusty krab. Selain itu, rangkaian cerita yang dilewati spongebob dan spatula tidaklah singkat. Susah Senang, panas hujan, bergantinya musim. Telah menjadi kenangan yang tertata rapi dalam ingatan si spongebob. Barangkali benar, tidak ada harga yang sanggup membayar dari sebuah kenangan.   Neitschze mengat...
MEMBACA TAMAN BUNGKUL Menyikapi taman bungkul yang rusak di Surabaya, tidak bisa dilepaskan dari kajian filsafat antroposentrisme dan materialisme. dimana ketika semua hal berpusat pada manusia dan kebutuhannya (apalagi gratis) selalu berimbas pada lingkungannya. alam -sekali lagi- menjadi sasaran. tanaman yang rusak selain berimbas pada kerugian milyaran juga -yang terpenting- menghancurkan penghijauan taman sebagai paru-paru kota. terlebih untuk rekonstruksi membutuhkan waktu yang relatif tidak singkat. Arne Naess filsuf Norwegia, menuntut suatu perubahan dimana etika tidak hanya terfokus pada manusia, tetapi kepada seluruh makhluk hidup dan lingkungannya. sebagai gerakan yang nyata agar tercipta suatu kehidupan yang selaras antara makhluk hidup dan alam. Gerakan nyata ini berpengaruh terhadap cara pandang, tingkah laku, dan gaya hidup banyak orang. meskipun protagoras tetap menetapkan manusia sebagai ukuran segala sesuatu, ketidakpeduliannya dengan alam tentu adalah hal yang ber...