Skip to main content

Posts

SEMACAM CERPEN KORUPSI

Katakanlah, suatu hari di suatu negeri yang tidak bernama "negeri asalnya" lagi. Korupsi benar-benar tidak ada. Orang-orang mulai berbondong-bondong bangun pagi. Merasa semuanya telah menjadi makmur dan sejahtera. "Tapi ternyata kok belum", kata seorang bapak yang namanya menggunakan kode sekian-sekian-sekian "Iya, masih ada segelintir orang yang berkuasa" kata seorang bapak berkode yang lain "Kita harus demo?" "Hah, ngapain?" Di Negari itu. Katakanlah nama negaranya rada ketimuran "Done se Yain". Korupsi hanya jadi dongeng masa lalu di sekolah kanak-kanak yang tak lagi menggunakan guru-guru di kelas. Biasanya hanya disetelkan pencahayaan 4 Dimensi. Dan guru-guru hanya tinggal melakukan rekaman dari rumah masing-masing. Ya, di rumah mereka yang atap dan lantainya sudah dipenuhi dengan kaca dan alat-alat yang sudah bisa aktif jika hanya disentuh dengan ujung-ujung jari. "Padahal Korupsi sudah tidak ...

DIBALIKNYA FILM "DIBALIK 98"

Dibalik 98? Ya, inilah salah satu Film yang sedang hangat-hangatnya menjadi pembicaraan di jagad perfilman tanah air, selain film Mery Riana, pendekar tongkat emas, dan Hijab-nya Hanung Bramantyo Mengapa demikian? Saya kira film ini tiba-tiba menjadi penting karena sempat menjadi pembahasan heboh di media sosial. Pasalnya beberapa aktifis 98 semacam Adian Napitupulu (yang perlu kita tanyakan lagi konsistensi aktifisnya) justru pesimis akan jalannya film ini yang nanti dikhawatirkan semakin mengaburkan kejadian 98 yang sebenarnya. Dan Lukman Sardi sebagai sutradara menegaskan bahwa ini bukan film sejarah, ini hanya film fiktif saja. Tapi disisi lain, Chelsea Islan yang ikut memerankan tokoh utama dalam film ini beberapa hari yang lalu justru menyampaikan bahwa anak SMA mestinya nonton Film ini. Biar tahu sejarahnya Indonesia. "Loh ya, piye to?" Dan hari itu (20/1) beberapa teman mengajak saya menonton film tersebut di XXI Ambarukmo Plaza. Karena tidak baik meno...

SI KUNING DAN PANTAI SOMANDENG GUNUNG KIDUL: SEBUAH PERJALANAN NEKAT DAN PENUH KEAJAIBAN

Libur telah tiba libur telah tiba hatiku gembira (Tasya) Akhirnya UAS sudah selesai, meskipun sepertinya kuliah (kok) masih lama. Tapi yang penting sekarang adalah musim liburan. Ya, memang membicarakan liburan, kita tidak bisa melepaskan diri dari peran revolusi bumi. Dimana revolusi itulah yang membuat musim di bumi terbagi menjadi dua. Yaitu musim liburan dan musim tidak liburan. Dan saya sebagai makhluk tuhan paling keren (Duh!), tentu saja lebih memilih musim liburan sebagai pasangan hidup saya. Halah! "Januari abu-abu. Langit mendung menggantung murung. Jalanan jogja basah; Pasrah" Hari itu (17/1) Hujan mengguyur awet kota Jogja. Rencana keberangkatan ke Gunung Kidul bersama Si Kuning setelah dzuhur terpaksa harus ditunda. Sehingga kita (Saya dan daus) memilih santai dahulu, menikmati film "flashdisan" sembari minum kopi di kos Wisnu (sebagai pengembara "no maden" tentunya). Hujan reda kira-kira jam 5 Sore. Karena kita sud...

MENGAPA SAYA HARUS NGGAK SUKA FILM KETIKA TUHAN JATUH CINTA

Dunia perfilman tanah air memang sedikit memberi angin segar hari-hari ini. Pasalnya, beberapa film yang mengutamakan kualitas mulai digarap. Seperti: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, Pendekar Tongkat Emas, Dibalik 98, juga Film-Film dokumenter semacam Jagal dan Senyap. Hal ini juga ditandai meredupnya film hantu-hantu "porno" di pasaran. Sebetulnya saya memang kurang begitu serius berkosentrasi pada perkembangan film tanah air sampai mancanegara. Tapi, suatu hari --entah kapan, lupa-- saya meyakini bahwa tiga hal ini dapat berpengaruh pada kehidupan seseorang: Buku yang kita baca, Film yang kita tonton, dan orang yang kita jumpai. Sehingga saya pun berkeyakinan bahwa hidup pasti begitu suram tanpa menonton film. Dalam kesempatan ini, ketika saya sedang kegiatan no maden di salah satu kontrakan teman, saya menemukan folder film ketika Tuhan jatuh cinta (2014). Sontak langsung saya putar film tersebut dengan tekhnologi ghaib KMP Player --Perlu saya beritahu ya sodar...

KETIKA JOGJA MEMBOSANKAN ; AKU KANGEN RAI-RAIMU, CUK

Tiga hari liburan --sementara-- UAS membuat suasana Jogja --sangat-- tidak asik. Sumpah! Bagaimana semangat sekadar menyapa matahari di luar kamar berasa seperti filsuf sartre ketika berteriak orang lain adalah neraka. Aih! Entahlah, cuaca Jogja barangkali memang sedang bipolar disorder, hujan dan panas terjadi secara tiba-tiba --pun seperti tanpa tanda-tanda. "Yok opo kabarmu, Mbot? Wis ngopi durung?" Jogja semakin ramai. Rencana AdvenTouring tiga hari untuk mencoba angin dan dingin di perbukitan Menoreh Kulon progo gagal. Ditambah Suasana Jogja yang membosankan ini parahnya dibarengi UAS dan hari Libur UIN yang nanggung. Fak lah pokok'e. Gak ngunu, Cil? Ketika saya sedang semangat bermalas-malasan inilah tiba-tiba wajah kalian yang imut-imut nggateli tiba-tiba muncul seperti pelangi di dalam kamar kos-kosan (kos-kosan teman tentunya, karena sampai detik ini status saya adalah no maden semenjak pisah ranjang tapi tetap satu hati dengan Ucil). Maka, ket...

BUKIT BINTANG WONOSARI ; SEMACAM PERJALANAN SELO SI KUNING BERSAMA TEMAN-TEMAN

Entah kenapa hari-hari ini saya begitu bernafsu melihat foto gunung, hutan, sungai, dan lampu-lampu kota. Tapi saya pikir itu nafsu yang baik, karena sepertinya kok tidak ada yang jadi korban. Sepertinya loh ya! Sampai hari jumat (9/1) setelah semangat bermalas-malasan seharian. Saya merasakan kematian saya begitu dekat kalau tidak segera keluar kamar mencari angin segar atau sekadar menyaksikan pemandangan mbak-mbak yang lewat di jalan. Duh! Dan keputusan hari itu saya putuskan secara tidak demokratis bersama Daus dan si Kuning. Kita ke Solo. Lalu yang terjadi adalah demo kecil-kecilan oleh si Kuning sehingga keputusan solo dibatalkan. Sebelum hari itu saya dan teman-teman memang berencana hendak terbang ke Kulon progo. Mencoba pemandangan baru di perbukitan menoreh, tapi rencana ini pun gagal. "Haduh, Semua rencana kok gagal ya. Jangan-jangan ini kena kutukan UAS Kampus" Saya pun kemudian bersumpah, pokoknya hari ini saya harus keluar. Kalau tidak, s...

PERJALANAN UJIAN MENTAL SI KUNING, BALADA TAHUN BARU WONOSOBO SAMPAI SIHIR SERAYU BANJARNEGARA

Oleh : MH Maulana "Sebaiknya kita kembali. Cari jalan yang lebih lurus dan landai panjang. Tidak sampai banjarnegara. Tidak apa-apa" Kalimat kepesimisan itu tiba-tiba keluar di jalanan menanjak daerah magelang setelah melewati jalanan borobudur. Malam gelap. Tidak ada kunang-kunang. Beberapa jam sebelumnya (31/12), Kami berempat (Aku, daus, boim, dan galih) membuat rencana dadakan untuk AdvenTouring (ini istilah yang kita bikin) ke Banjarnegara. Lewat rapat (tidak) penting itu akhirnya diputuskan secara sah bahwa kita akan berangkat siang hari. Dengan bekal dan nyawa seadanya kita membawa dua motor (si kuningnya Daus dan motornya galih) siap untuk menjejaki jalan raya, perbukitan, dan dingin plus seramnya malam. Jogja panas, sekitar pukul setengah Empat sore kita berangkat (Huh, dasar jadwal karet). Sebelumnya saya dan daus mengantarkan si Bero (motor dinas komunitas) terlebih dahulu ke Maguwo. Si bero sedang sakit. Remnya lumayan blong dan mesinnya se...