Skip to main content

To:


kita pernah
percaya dan tidak
pada apapun
yang tak pernah utuh
tanpa kau sentuh
tanpa kusentuh

kita juga pernah
ragu dan yakin
pada hal mustahil
yang tak pernah berhasil
tanpa kau ambil
tanpa kuambil

dan kita juga pernah
takut dan kalut
pada hal darurat
yang tak pernah selamat
tanpa kau bunuh
tanpa kubunuh

tapi kita tahu
apa saja
telah terjadi
dan apa saja
telah pergi

seperti jauh kita menempuh
hingga jatuh
seperti rawan kita
melawan
hingga bosan

pun pada akhirnya
kita ingin terus berjalan
merawat ingatan

bahwa dengan bersama
kita menyadari,
dunia telah berputar dengan tidak semestinya

bahwa dunia
hanyalah buih
di pinggiran kopi hitam
yang kita minum sambil terus membicarakan kemiskinan
dan
kebudayaan
yang penuh persoalan
di putar arus peradaban

tapi kita
tetap hanyalah kopi hitam
yang bagaimanapun cangkirnya
yang bagaimanapun peminumnya,
kita tetaplah kopi
dengan segala hitamnya

yang meskipun toh kopinya telah jadi dingin
ditiup angin

tetap adalah kita

Maret, 2015

Comments

Popular posts from this blog

PETILASAN ANGLING DHARMA DAN NYAI AMBARWATI Oleh MH Maulana             Desa Bendo, kecamatan Kapas, Bojonegoro menyimpan sebuah tempat unik, mistik, damai, sekaligus kaya sejarah. Tepatnya di sisi waduk Bendo. disana terdapat sebuah tempat Pamoksaan dan petilasan prabu angling dharma da nyai ambarwati. Sebuah tempat menyerupai labirin dengan hiasan batu-batu dan atap dari ilalang kering membuat suasana petilasan terasa rindang dan tenang. Selain itu disisi petilasan ini terdapat waduk bendo yang merupakan tempat pemancingan gratis dengan pemancing yang tak pernah sepi tiap harinya.             Menurut keterangan juru kunci, pak ali. tempat petilasan ini dulunya adalah tempat dimana prabu angling dharma bertemu pertama kali dengan nyai ambarwati dan saling menumbuhkan benih-benih cinta. Selain itu terdapat pula pohon bambu lumayan tinggi yang dipakai sebagai rumah poh...

One Ok Rock dan XXXV yang Paripurna

  www.gwigwi.com Musik, dari ruang yang entah itu, mengisi jiwa sampai penuh, dan entah juga, terus begitu. Terus sanggup diisinya lagi. Dan lagi. Saya pertama menyaksikannya saat Rika dan Krismon melagukannya bersama. Judulnya "Wherever you are". Saya ingat pernah mendengar sebelum itu, entah di mana, seperti lagu-lagu yang lain: kita baru mengerti setelah beberapa waktu kemudian. Mereka melagukannya dengan sederhana dan indah: di kursi kayu warung kopi yang telah dini hari dengan gelas-gelas yang kosong, lengkap dengan lirik jepangnya yang dibagi dengan suara satu-dua yang merdu didengar. Besoknya, saya mencari lagu itu di spotify. Tidak hanya pada satu lagu itu, yang lainnya juga. One Ok Rock menempatkan sound lagu-lagunya dengan clean dan easy listening . Setahu saya, jenis musik semacam ini bisa membawa lagunya menjadi cukup membosankan, tapi band asal Jepang ini tidak berhenti di situ, ia membawa yang banyak musisi inginkan: karakter. Tak butuh waktu lama, saya be...

'Menikah itu Biasa Saja'

/1/. Saya sepertinya akan selalu memikirkan pembuka novel Anna Karenina karangan Leo Tolstoy sampai kapan pun. "Keluarga bahagia, bahagia dengan cara yang sama. Keluarga tidak bahagia, tidak bahagia dengan caranya masing-masing," tulisnya. Dan saya menikah. Mengucap janji di hadapan penghulu, orang tua, saksi, hadirin yang datang, dan tentu saja pacar saya yang menjadi istri saya: Yeni Mutiara. Mungkin aneh. Tapi saya berharap ini biasa saja. Seperti menggubah lagu Efek Rumah Kaca yang dimuat dalam album debut eponimnnya. Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu Jatuh cinta itu biasa saja. /2/. Saya masih mengingatnya. Tertanggal 4 Maret. Pagi tiba ketika kapal laut mengangkat sauh di selat sunda. Itu kali pertama Abah, Ibuk, Adek, dan Budhe mengalaminya. Kami duduk di ruang terbuka. Mengamati gugusan pulau kecil dengan pepohonan kelapa yang berjejer, seperti lanskap di buku gambar anak-anak. Sesekali kami minum kopi, memakan cemilan, dan meresapi udara se...