Skip to main content

Tiga Komposisi

Buat Dik

/1/. Lagrima

Pun denting
Bercakap tentang kita
Yang saling bersandar
Dalam kata

Tentang jalan berkelok
Sebelum kedai kopi itu

Tempat dimana ingatan
Lupa jalan pulang
Lalu tak mau pergi

/2/. Romance De Amor

Sementara perang batin
Pecah
Karena kita khawatir
Saling tak bisa merawat luka masing-masing

Padahal aku butuh bersandar lelah
Di rumahmu
Tempat dari segala pembatas buku
Di setiap yang kubaca

Barangkali juga kamu
Butuh pemantik api
Tuk membakar lilin-lilin
Yang kau kumpulkan setiap haru lahirmu tiba

Dan kita berdebat
Tentang manakah yang akan lebih dulu dilupakan anak-anak
Antara capung di rerumputan
Atau kunang-kunang di malamnya kegelapan

Oh, Sayang
Padahal bukankah semua baik-baik saja
Di cinta kita
Yang sederhana

/3/. Canon in D

Sementara cinta itu
Sendiri
kita ikat kuat
Agar tak mudah patah
kita genggam erat
Agar tak gampang jatuh

Sampai mawar lupa cara berbunga
Sampai lalu
tak tumbuh lagi

Jogja. April-Mei, 2016

Comments

Popular posts from this blog

PETILASAN ANGLING DHARMA DAN NYAI AMBARWATI Oleh MH Maulana             Desa Bendo, kecamatan Kapas, Bojonegoro menyimpan sebuah tempat unik, mistik, damai, sekaligus kaya sejarah. Tepatnya di sisi waduk Bendo. disana terdapat sebuah tempat Pamoksaan dan petilasan prabu angling dharma da nyai ambarwati. Sebuah tempat menyerupai labirin dengan hiasan batu-batu dan atap dari ilalang kering membuat suasana petilasan terasa rindang dan tenang. Selain itu disisi petilasan ini terdapat waduk bendo yang merupakan tempat pemancingan gratis dengan pemancing yang tak pernah sepi tiap harinya.             Menurut keterangan juru kunci, pak ali. tempat petilasan ini dulunya adalah tempat dimana prabu angling dharma bertemu pertama kali dengan nyai ambarwati dan saling menumbuhkan benih-benih cinta. Selain itu terdapat pula pohon bambu lumayan tinggi yang dipakai sebagai rumah poh...

'Menikah itu Biasa Saja'

/1/. Saya sepertinya akan selalu memikirkan pembuka novel Anna Karenina karangan Leo Tolstoy sampai kapan pun. "Keluarga bahagia, bahagia dengan cara yang sama. Keluarga tidak bahagia, tidak bahagia dengan caranya masing-masing," tulisnya. Dan saya menikah. Mengucap janji di hadapan penghulu, orang tua, saksi, hadirin yang datang, dan tentu saja pacar saya yang menjadi istri saya: Yeni Mutiara. Mungkin aneh. Tapi saya berharap ini biasa saja. Seperti menggubah lagu Efek Rumah Kaca yang dimuat dalam album debut eponimnnya. Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu Jatuh cinta itu biasa saja. /2/. Saya masih mengingatnya. Tertanggal 4 Maret. Pagi tiba ketika kapal laut mengangkat sauh di selat sunda. Itu kali pertama Abah, Ibuk, Adek, dan Budhe mengalaminya. Kami duduk di ruang terbuka. Mengamati gugusan pulau kecil dengan pepohonan kelapa yang berjejer, seperti lanskap di buku gambar anak-anak. Sesekali kami minum kopi, memakan cemilan, dan meresapi udara se...

JAWABAN SUKAB*

(Ini 'semacam cerpen suka-suka' yang saya buat atas beberapa cerpen mahaguru Seno Gumira Ajidarma yang membuat saya gregetan. Terutama Cerpen Sepotong senja untuk pacarku, epilog: surat, dan Jawaban Alina. Monggo, buat yang selo. Sila membaca ketiga cerpen tersebut di duniasukab.com sebelum membaca 'semacam' cerpen saya. Atau mau langsung dibaca, bahkan tidak dibaca pun sungguh sangat tidak apa-apa. Hayuk. Tetap SemangART berkarya) JAWABAN SUKAB* Oleh: MH Maulana Dan aku membaca suratmu, Alina. Tepat saat kusaksikan tubuhmu lunglai dengan mata nanar memandang senja sambil memegang Indomie terakhir di dunia. Kau pun tahu. Di dunia yang dibatasi oleh nama-nama ini pernah tinggal orang suci. Kau mungkin pernah mendengar ceritanya saat masih sekolah dasar. Atau sebelum kau terjun di pekerjaanmu yang penuh perhitungan --kau yang suka membaca itu-- pernah membeli buku kisah 25 nabi di pasar loakan. Dalam halaman yang entah, diceritakanlah Nabi Yunus(1). Dia diselama...